Minggu, 23 Maret 2014

Bebek Kaleyo

Penggemar bebek di Jakarta tentu kenal dengan Bebek Kaleyo yang memiliki banyak cabang di beberapa titik di kota Jakarta. Ya, nama bebek kaleyo memang memiliki brand image yang kuat di kalangan pecinta kuliner bebek. Kenapa? Tentunya karena cita rasa yang dihasilkan oleh sajian yang dihidangkan. Bebek Goreng Kaleyo misalnya, selain dagingnya yang lembut, cita rasa gurih yang diberikan oleh olahan bebek goreng ini memang memanjakan indera pengecap kita. Konon, ini karena resep untuk memasak bebek ini merupakan hasil percobaan yang cukup panjang sehingga menemukan resep terbaik yang digemari masyarakat. Untuk satu ekor Bebek Goreng kita bisa beli dengan harga Rp. 70.000,- sedangkan untuk satu potong dada/ayam cukup keluarkan uang Rp. 17.500 saja. Selain Bebek Goreng, Bebek Bakar dan Bebek Cabe ijo juga tercantum pada daftar menu yang dapat menjadi pilihan kita.



Konon lagi nih, Bebek Kaleyo merupakan warung bebek paling rame se-Indonesia. Benarkah? Berdasarkan pantauan saya di salah satu cabangnya di daerah Tebet, Jakarta, tingkat keramaian di warung ini memang luar biasa. Ruangan yang sangat luas dan menampung ratusan orang ini di jam makan malam seolah tak pernah sepi dikunjungi pengunjung yang menempati meja yang tersedia silih berganti. Untuk pengalaman pertama kali mengunjungi tempat ini, hal ini tentunya membuat saya geleng-geleng kepala. Mungkin lebih ramai Bebek Sinjay di Madura, tapi Bebek Sinjay ini hanya buka pada jam makan siang dengan durasi sekitar 3-4 jam saja, sedangkan Bebek Kaleyo buka dari jam 11 siang sampai 11 malam. Padahal Bebek Kaleyo sendiri baru berdiri tahun 2007 dengan menempati sebuah tenda di kawasan Cempaka Putih. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, saat ini Bebek Kaleyo sudah memiliki dua belas cabang di kawasan Jakarta, Bekasi, Bintaro, BSD dan sebagainya. Sungguh suatu perkembangan usaha kuliner yang sangat pesat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar